Sa’i: Mengikuti Jejak Keteguhan Hajar

Sa’i adalah salah satu ritual penting dalam ibadah Haji dan Umroh, yang dilakukan dengan berjalan atau berlari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Ritual ini memiliki makna spiritual yang dalam, karena meneladani perjuangan Hajar, istri Nabi Ibrahim Alaihissalam , dalam mencari air untuk putranya, Nabi Ismail Alaihissalam . Berikut adalah beberapa keutamaan Sa’i yang perlu diketahui oleh setiap Muslim.

1. Meneladani Keteguhan dan Kesabaran Hajar

Ritual Sa’i adalah bentuk penghormatan terhadap keteguhan Hajar dalam menghadapi ujian Allah Subhanahu wa ta’ala. Dalam kondisi yang sangat sulit, Hajar tetap berusaha mencari solusi, meskipun hanya dengan berlari bolak-balik antara Shafa dan Marwah. Perjuangannya ini menjadi teladan kesabaran, tawakal, dan usaha yang maksimal.

2. Bagian Tak Terpisahkan dari Ibadah Haji dan Umroh

Sa’i adalah rukun Haji dan Umroh yang wajib dilaksanakan. Allah Subhanahu wa ta’ala menyebutkan Shafa dan Marwah dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barang siapa yang beribadah Haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 158)

Ayat ini menunjukkan pentingnya Sa’i sebagai bagian dari ibadah yang disyariatkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

3. Mengajarkan Usaha yang Maksimal

Sa’i mengingatkan umat Islam bahwa doa harus disertai dengan usaha. Hajar tidak hanya berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, tetapi juga berusaha semaksimal mungkin mencari air untuk keluarganya. Usaha ini akhirnya diabadikan sebagai bagian dari ibadah, menunjukkan bahwa usaha manusia memiliki nilai yang tinggi di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala.

4. Mendekatkan Diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala

Sa’i bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Saat melaksanakan Sa’i, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan memohon ampunan kepada Allah. Momentum ini menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan spiritual dengan-Nya.


5. Melambangkan Perjuangan Hidup

Sa’i mencerminkan perjalanan hidup manusia yang penuh dengan tantangan. Dengan berjalan antara Shafa dan Marwah, seorang Muslim diingatkan untuk terus berjuang dalam menjalani kehidupan, dengan keyakinan bahwa pertolongan Allah pasti akan datang.


6. Disaksikan oleh Para Malaikat

Seperti ritual Haji dan Umroh lainnya, Sa’i dilakukan di Tanah Suci, tempat yang diberkahi dan disaksikan oleh para malaikat. Hal ini memberikan keistimewaan tambahan bagi Sa’i sebagai ibadah yang dilakukan di bawah naungan rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala.

7. Menghapus Dosa

Ritual Sa’i, jika dilakukan dengan ikhlas dan penuh keimanan, menjadi sarana penghapusan dosa. Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:

“Barang siapa yang melaksanakan Haji dan tidak berkata kotor serta tidak berbuat kefasikan, maka ia akan kembali seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

8. Menguatkan Rasa Persaudaraan

Pelaksanaan Sa’i bersama jutaan jamaah dari berbagai penjuru dunia mengajarkan umat Islam tentang kebersamaan dan persaudaraan. Semua berjalan bersama, tanpa memandang perbedaan status, bangsa, atau budaya, menunjukkan kesetaraan di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala.

Sa’i adalah ibadah yang penuh dengan makna spiritual dan keutamaan. Melalui ritual ini, umat Islam belajar tentang pentingnya usaha, kesabaran, dan tawakal kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala menerima setiap langkah yang kita tempuh dalam Sa’i dan memberikan keberkahan dalam hidup kita.  [adv.onlinelagi]