Melakukan Ibadah sunnah Aqiqah, merupakan tanggung jawab dari orang tua. Utamanya dari Ayah kepada sang buah hati. Dan jika mampu dan memungkinkan pelaksanaan ibadah Aqiqah ini, tujuh hari setelah hari kelahiran anak.
Namun, jika Ayah belum sanggup, dan ada dari bagian keluarga yang bisa membantu, ini pun boleh. Misal kakek atau nenek yang akan menanggung biaya pelaksanaan dari ibadah Aqiqah untuk cucunya.
Karena perlu diperhatikan lagi, melakukan ibadah Aqiqah ini, hukumnya sunnah Muakkadah, artinya ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Tapi tidak ada kewajiban, keharusan dan paksaan untuk melaksanakannya, jika belum mampu.
Ibadah Aqiqah sendiri merupakan wujud dari rasa syukur dan bahagia dari keluarga teruntuk buah hati. Dan pihak dari keluarga ingin berbagi kebahagiaan itu, dengan kerabat dan tetangga sekitar. Selain itu, juga upaya pengharapan Ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala, agar anak tersebut mendapat perlindungan dan menjadi anak yang berakhlak baik.
Aqiqah merupakan tanggung jawab orang tua, khususnya ayah dari anak yang dilahirkan. Pelaksanaan aqiqah ini biasanya dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran anak, tetapi jika tidak memungkinkan, dapat dilakukan kapan saja sesuai kemampuan orang tua. Berikut adalah beberapa poin terkait tanggung jawab aqiqah:
- Orang Tua:
- Ayah memiliki tanggung jawab utama untuk menyelenggarakan aqiqah bagi anaknya. Hal ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa seorang anak tergadai dengan aqiqahnya, yang berarti tanggung jawab tersebut berada pada orang tuanya.
- Keluarga:
- Jika ayah tidak mampu secara finansial, tanggung jawab aqiqah dapat dilaksanakan oleh anggota keluarga lainnya seperti kakek, nenek, atau kerabat dekat yang mampu dan ingin berbagi tanggung jawab tersebut.
- Waktu Pelaksanaan:
- Idealnya, aqiqah dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Namun, jika tidak memungkinkan, aqiqah dapat dilakukan pada waktu yang lebih sesuai dengan kondisi dan kemampuan keluarga.
- Kondisi Keuangan:
- Aqiqah adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), bukan kewajiban. Jika orang tua benar-benar tidak mampu secara finansial, tidak ada dosa bagi mereka. Pelaksanaan aqiqah bisa ditunda sampai mereka memiliki kemampuan atau dilakukan dalam bentuk lain yang lebih sesuai dengan kondisi mereka.
- Niat dan Keikhlasan:
- Yang paling penting dalam pelaksanaan aqiqah adalah niat yang ikhlas untuk mengikuti sunnah Nabi dan berbagi kebahagiaan serta rezeki dengan orang lain.
Dalam Islam, aqiqah bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga bentuk syukur kepada Allah atas kelahiran seorang anak dan cara untuk berbagi rezeki serta kebahagiaan dengan keluarga, tetangga, dan mereka yang membutuhkan.
Nah, bagi yang melakukan ibadah Aqiqah, keluarga dapat melakukan sendiri, ataupun meminta bantuan dari pihak yang memang berpengalaman dibidang ini. Oleh karenanya, dewasa ini, banyak sekali usaha untuk mempermudah proses Aqiqah ini. Salah satunya, Mutiara Hati Aqiqah, dapat membantu teman teman yang ingin melaksanakan Aqiqah untuk putra atau putrinya.
Mutiara Hati Aqiqah, memiliki beberapa paket untuk aqiqah yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Tidak hanya membantu proses potong hewan, tapi juga sampai ke proses olah makanannya serta untuk pendistribusian makanan Aqiqah ini. Karena Aqiqah ini merupakan bentuk wujud dari rasa bersyukur atas kelahiran putra atau putri, dan tentu ingin juga berbagi rasa bahagia ini dengan orang lain. [adv.onlinelagi]
